Posts

Showing posts from 2018

S i r n a

Ada yang hilang saat kamu melangkah untuk pulang ke tempat paling tenang bersama rasa senang. Ada yang sirna, kala seyummu tak menyapa menghentikan bahagia kala aku melihatnya Ada yang gusar, saat kau coba pijaki hingar juga kau cumbu bingar sampai membawamu jauh dari nalar. Ada yang melanda saat kamu tak ada duka cita turut menguasai rasa ketika kamu pergi dari dunia nyata Ada aku yang menunggu ditemani lagu kesukaanmu juga pertanyaan risau dari ibu Kemana anakku berlalu? apakah kalian sedang bertemu? ataukah kalian sedang beradu pada masalah yang menimpa hatimu? — aku tak tahu, bu hingga tiba saatnya aku melihat anakmu juga tuan penguasa hatiku dalam keadaan membisu terbujur kaku sebab anakmu terlalu mencitai hobinya dalam menerjang waktu hingga aku tak lagi sanggup menahan ia agar tidak pergi meninggalkan ku.

Maybe

Ada yang bilang bahwa lebih baik mendengar kejujuran tapi menyakitkan dibanding kebohongan tapi membuat kita melayang. Mungkin tidak banyak yang mengerti bahwasannya tidak semua orang bisa menerima kejujuran yang kadang pahit untuk didengar. Tidak semua orang punya ketegaran hati yang tinggi dan dapat mendengar perkataan orang dengan dada lebar. Aku, misalnya. Ada kalanya aku memang membutuhkan kejujuran mereka ketika menilaiku sebagai seorang teman yang banyak kurang. Dalam beberapa kesempatan, aku masih bisa menerima dan menjadikannya sebagai pembelajaran. Tapi itu bukan berarti di setiap momen ketika kami berbincang, aku tak masalah mendengar perkataan pahit mereka yang kadang begitu menyinggung, sedang mereka mengalibikannya sebagai gurauan. Ada kalanya aku tersakiti dengan realita. Aku tidak mau mendengar apa-apa yang justru membuat keadaanku semakin kalut dengan perkataan mereka. Beberapa orang bilang aku terlalu perasa. Tapi mau bagaimana pun juga, aku memang begini adan...

Melintasi waktu

ZMari kuajak kamu melintasi waktu, menyambut arunika hingga swastamita tiba. Menghabiskan hari dengan bahagia dan senja sebagai saksi bisunya. Mari kuajak kamu melintasi waktu, menyambut arunika hingga swastamita tiba. Bercengkrama tentang hari-hari yang membuatmu bahagia atau terluka. Mari kuajak kamu melintasi waktu, menyambut arunika hingga swastamita tiba. Kita berdua saja, jangan ada yang ketiga. Mari kuajak kamu melintasi waktu, menyambut arunika hingga swastamita tiba. Maukah kamu kuajak bersama?

Pulang

Pada setiap pulang, ada rindu yang berusaha direda. Meski sebenarnya, ia tidak pernah benar-benar lenyap, karena pada setiap temu justru ada rindu yang akan terus bertumbuh. Tanpa henti, tanpa tapi. Tidak mengampuni insan seperti kita yang terpisah jarak ratusan kilometer dan punya kesempatan bertemu yang sedikit. Seolah tertawa jahat pada malam-malam di mana rindu lah yang mengamuk, pada badai-badai ego ingin bertemu yang bekecamuk. Pada setiap pulang, ada serpihan hati yang dititipkan kepadamu. Berharap kamu bisa menjaganya dengan baik dan tidak hilang ditelan kenyataan. Kadang serpihan ini fana hingga kamu bahkan tidak percaya ia ada. Padahal pada setiap jengkalnya ada harapan dan mimpi yang dibangun dan hanya diberikan pada satu ruang. Menjadikannya bertempu pada satu poros, yang akan hancur jika porosnya keluar orbit. Kita melakukannya dengan sadar dan senang hati, seperti anak-anak yang bermain hujan sore-sore padahal tahu jika pulang akan dimarahi ibu di rumah dan dipaksa mand...

Dont give up

Kamu yang sedang membaca unggahan-unggahan di linimasa untuk mencari kutipan yang mewakili perasaan dan sesuai dengan keadaanmu, atau kamu yang sering mendengarkan satu lagu sampai tak terhitung sudah berapa kali kamu ulang karena liriknya sesuai dengan kondisi yang sedang kamu hadapi. Sedang sendirian dan lelah bukan kepalang. Entah karena beban pendidikan, atau pekerjaan, atau kondisi keluarga yang tidak sesuai harapan. Tidak perlu merasa tidak berharga. Semua orang memang punya waktu untuk ditempa masalah supaya makin bersinar dalam menghadapi yang akan datang. Sekecil apapun, jangan berhenti berusaha. Suatu hari nanti kamu akan bersyukur karena tidak menyerah.

Jadilah cahaya

Aku tahu sangat sulit untuk tetap lemah lembut di dunia yang memaksa kita untuk keras ini. Tapi kumohon bertahanlah. Jangan gadai rasa sabar hanya karena amarah yang sempat berkorbar sebentar. Karena mungkin kamu tidak tahu, anak yang tadi tertawa terlalu keras saat kamu melakukan sedikit kesalahan adalah dia yang terus menerus di rumahnya mendapatkan perlakuan kasar. Di sana dia jangankan bisa tertawa, berpendapat saja dianggap telah melanggar. Bukan saja tubuhnya yang sering dicubit, bahkan pipinya mungkin saja selalu menjadi sasaran empuk untuk ditampar. Dia tidak bermaksud mengejekmu seserius itu, dia hanya ingin mendapatkan rasa senang sebentar. Perempuan yang kamu ejek murahan lantaran punya teman partner bercinta tanpa status lewat sosial media, bisa jadi adalah orang yang tak pernah tahu rasanya dicinta lawan jenis di dekatnya. Dulu dia kerap diejek tak menarik, karena wajahnya berbintik atau karena dadanya tak seberapa berisi dan tubuhnya yang punya lemak di sana-sini. D...

Coklat

Ada yang diam-diam terduduk lesu di kamar setelah seharian berusaha menahan tegar akibat ejekan orang. Ada yang diam-diam menangis tanpa suara di pojok ruangan dengan derai air mata sebanyak perlakuan tak adil yang ia dapatkan. Ada yang diam-diam menyimpan dendam setelah namanya dikambinghitamkan dalam permasalahan yang ia tidak ikutan. Ada yang diam-diam menyimpan benda tajam di dalam tas, entah gunting, entah pisau kecil, sebagai antisipasi ketika sewaktu-waktu ia merasa penat dengan kehidupan di semesta dan segala isinya. Lalu ditancapkannya benda itu jauh ke dalam jiwanya, untuk menemukan kedamaian abadi. Jadi, jika tidak bisa mengerti, tolong jangan buat sakit hati.

Terjerat

Aku terjerat di satu hati yang menghimpun beberapa hati di dalamnya. Hingga suatu ketika, aku mencoba tuk pergi, tapi tak pandai. Dulu, aku sering sekali berlabuh tepat di hatinya. Berlayar dengan lancar tanpa adanya bencana besar. Tapi kini, ada saja rintangan yang menyergap saat hati ini mulai berlabuh lagi. Badai yang besar, karang yang tiba-tiba bermunculan, ombak yang menjulang tinggi, lampu isyarat yang selalu menyurat akan adanya bencana hebat. Ya, aku mencoba tabah.  Tatkala hati ini karam dan tenggelam oleh hatimu yang kian muram. Lantas, Kini, Amat sangat berterima kasih atas nestapa yang telah kau agihkan, atas luka yang telah ribuan kali kau sayat, hingga raga ini hendak menjadi mayat.
Kalau takut dibenci, diam saja di pojokan, memantau dunia bergerak tanpa pernah dilibatkan...

Think big!

Bahkan Einstein pun pernah berkata bahwa : "Everybody Is a Genius, but if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing it is stupid" = "Semua Orang Itu Jenius, Tapi Jika Kamu Menilai Ikan Dari Cara/ kemampuan ia memanjat pohon maka ikan itu akan berpikir dia bodoh sepanjang hidupnya" Jika Guru menganggap bahwa muridnya gagal karena semua murid nilainya kecil, ingat bahwa penulis yang bernama Meena Srinivasan pernah berkata bahwa : "It's Not Always What You Teach, But How You Teach It." = "Ini Bukan Selalu Soal Apa Yang Kamu Ajarkan, Tapi Bagaimana Kamu Mengajarkannya". "If a child can't learn what we teach, maybe we should teach the way they learn" -Ignacio Estrada- Seorang Anak yang berbakat sastra, akan sangat sulit untuk mengalahkan anak yang berbakat dalam bidang ipa/ matematika. jika dinilai dari kemampuan ia dalam bidang ipa/ matematika, begitupun sebaliknya Kita Hid...

Angin

Angin berhembus lembut, seakan dengan sengaja, membawa jiwa, terbang, melayang, entah kemana. Saat itu pula, aku, Sang pemilik jiwa, jiwa yang merindu, terdiam membisu, dan, air mata, jatuh, ketika kau, Sang penerima rindu, —rinduku yang tak pernah sampai justru memilih pergi, seperti ditelan bumi, kau, lenyap. —tapi tidak untuk rasa ini.
Untuk kamu, yang mulai jenuh, tertekan, atau mungkin ingin hilang. Terimakasih, kau sudah lakukan yang terbaik. Itu sudah sangat cukup, jangan paksa dirimu lagi. Semua memang butuh pengorbanan, tapi bukan berarti kau harus sakiti dirimu sendiri. Kau pun butuh waktu, mereka pun butuh tahu, Kau juga manusia, perasa, punya lelah. Bukan boneka, yang selalu mau-mau saja, iya-iya saja. Kau selalu lakukan apa yang mereka inginkan, tanpa penolakan, tanpa keberatan. Sungkan, jadi alasan. Harusnya kau kendalikan, kau tahu batasmu. Kau juga punya harapan, jangan habiskan waktumu, hingga lupa arah yang akan kau tuju. Berbenahlah, rapikan lagi semua impianmu, siapkan dirimu. Berubahlah, Jadilah apa yang kau inginkan, bukan apa yang orang lain inginkan. —ingat, dirimu berharga. —Dari aku, yang pernah ingin hilang. Nb: "Whatever we do, people will always find something to say"

Who care?

"Kamu kenapa? Ayo cerita." "Kamu lagi ada masalah? Jangan dipendem, cerita." "Are you okay?" "Gapapa sini cerita, ada aku di sini." ------------------------------------------------------------------------- "Ya elah, gitu aja kok stres." "Ternyata gara-gara itu aja? Aku punya masalah lebih berat nggak segininya, kok." "Lebay." "Kamu main kurang jauh, deh. Masih banyak yang lebih menderita." ------------------------------------------------------------------------- "Maaf, aku nggak mendengarkan ceritamu." "Maaf, aku bukannya memberi solusi, tetapi sibuk membandingkan masalahku dengan masalahmu." "Maaf, aku menganggap masalahmu sepele." "Maaf, aku mengabaikan semua traumamu. Aku menyesal, tolong jangan pergi secepat ini." ㅡ Yang kamu anggap sepele, tidak selalu sama di mata orang lain. Belajar peduli, belajar menjadi pendengar yang baik. Mere...

Jauh

Jika jauh, Ingin kuraih jarak di jalanan tempat kautinggal Yang penuh dengan rahasia pada tiap kilometernya Yang cahaya lampunya dipeluk redup serta dikuasi keremangan seperti dalam benakku Ingin kubaca tanda-tanda di sekitar jejak bahumu  Yang suatu saat menyediakan sandaran paling damai bagi resah-resahku Jika jauh, Barangkali aku harus bertaruh dengan waktu  Melempar dadu untuk rindu-rinduku Yang akan terlambat sampai, menuju rumahmu Sebab aku pengelana yang menanggalkan arah  Berjalan didampingi gelap mata angin  Buta dan lupa bagaimana menandai peta perasaanmu  Jika jauh, Biar kutempuh seberapa lama pun Sebab meski tersesat , sekali pun likunya begitu rapat atau terjal menjatuhkan tapakku berulang kali Bagiku, Tiada jalan yang tak akan menemukan satu titik perjumpaan.

Seandainya nanti

Aku akan benar-benar melangkah pergi tidak lagi membawa apa-apa bahkan kecewa yang masih tertinggal di lantai terakhir pintu rumah atau bekas cercaan masing-masing kita yang dirangkum langit-langit dengan lampu gantung kian meredup seandainya nanti, jika kau memaksaku untuk tetap berdiri di hadapan takdir yang kautulis hanya dengan tinta milikmu sendiri Beberapa rindu kuusir kedatangannya dan mimpi-mimpi tentangmu kututup kuncup bunganya agar tiada lagi yang pernah kuharapkan dari sekadar pertemuan yang biasa Seandainya nanti , kau menginginkan pelukan dari lenganku yang tak digariskan untuk merengkuh tubuhmu Kulepas segala yang diberikan waktu padaku perkaramu sebab aku bukanlah kesempatan yang dengan mudah kausempat-sempatkan sebab aku bukan salah satu dari sekian nafsu yang tertahan di desir nadimu Seandainya nanti, perjumpaan mempermainkan perasaanku maka, tak kubiarkan kau mengambil alih kebahagiaan yang sebelum kau hadir telah kugenggam Seandainya nanti, kau benar tak peduli kuiz...

KUMPULAN PRESTES LIGHTROOM MOBILE

Image
KUMPULAN PRESTES LIGHTROOM MOBILE (UNLIMITED) UPDATE! silahkan bagi temen temen yang ingin mencoba explore berbagai macam Presets Lightroom, bisa mencoba sendiri, jangan lupa subscribe CHANEL YOUTUBE www.youtube.com/danuhadiputa :  KUMPULAN PRESETS !!!! 2000++ LIGHTROOM MOBILE : https://za.gl/2000LightroomPresets 1000++ LIGHTROOM MOBILE (NEW) : https://za.gl/1000PresetsGratis    UNTUK PENCINTA FUJIFILM : https://za.gl/FujifilmPresetsTerbaru TERBARU : https://za.gl/PresetsTerbaru2019 UPDATE : http://swarife.com/21115289/freepresetslightroom

PRESETS LIGHTROOM TERBARU

GRATIS  PRESETS LIGHTROOM : 1 .  https://za.gl/GratisPresets 2.  https://za.gl/GratisPresetsTerbaru 3.  http://swarife.com/21115289/freepresetslightroom 1 & 2 (password IOVO123/IOVO321) 3 (password 100K Special)

Rapuh

Menulis kisah gua, sepertinya menulis kisah anak bodoh yang mengakui bahwa dirinya sangat bodoh. Tapi, kadang kebodohan membutuhkan kejujuran untuk dikatakan. Siapa yang mau jadi orang yang hidup dengan duit pas-pasan di Jakarta? Apalagi kuliah yang sekarang mahalnya minta ampun. Gua hanya seorang mahasiswa yang berusaha untuk lulus mendapatkan gelar sarjana. Karena orang tua gua pengen gua jadi orang yang lebih berguna sebagai anak kampung yang gak Cuma jual toko kelontong? Mereka pengen gua jadi pengacara.. karena itulah gua kuliah hukum di Untar. Itulah kehidupan mahasiswa, gua kagak tega selalu meminta uang tambahan dari orang tua gua untuk beli buku hukum, tinggal di kos dan makan sehari-hari saja uda bikin mereka nanti ngerem perut pakai tali kencang-kencang. Beruntung, disaat gua buntuh, temen gua tawarin kerja di di perusahan IT, awalnya gua bingung? Masa jurusan hukum belum lulus bisa kerja di IT. “ Kerjanya gampang Dit, Cuma balas-balasin mentions, twitter orang yang nan...

Peghujung 2018

Maafkan saya karena saya lebih mengutamakan oranglain daripada kamu. . Maafkan saya karena saya tidak memikirkan apa yang kamu butuhkan. . Maafkan saya karena saya telah membencimu dan berharap kamu adalah orang lain. . Maafkan saya. . -Dari saya, untuk saya.....

Dia ‘Tidak’ Datang

Tidak baik memang menaruh cinta terlalu dalam. Khususnya, ketika itu adalah untuk seseorang yang sudah melepaskan diri dari genggaman. Namun, aku tidak ingin munafik dengan berkata kalau aku sudah berhenti mencintainya. Setelah puluhan pak rokok dan ratusan gelas kopi hitam di malam-malam temaram, aku baru sadar— semenjak kepergian wanita cantik itu beberapa bulan lalu, waktuku berubah beku. Tidak ada yang menarik dari dunia setelah ia tak lagi menghadirkan tawa. Kemarin malam aku termangu. Cangkir-cangkir kopi yang menyeru, asap yang bersarang di dalam paru-paru, juga tatapan foto pertama yang kami ambil di awal bulan Agustus tahun lalu seketika membuatku membulatkan tekat— aku harus memperbaiki hubungan dengan ia yang pernah menjadi wanitaku. "Eh, siang ini kita nonton, yuk?" Pagi tadi aku mengirimkan pesan itu dengan malu-malu, yang langsung ia balas dengan kata-kata khas layaknya dulu. Hangat, manis, dan masih ceria seperti pertama aku mengenalnya. Kemudian ...

Prinsip...

Sekuat apapun kamu berjuang, kalo dihatinya ada orang lain percuma... :))))))

Rindu dan rahasia...:)

Sekali ini aku ingin bersembunyi di balik rasa sedih sendiri yang terlalu malu kuungkapkan sebab perpisahan aku sendiri yang pecahkan Mungkin kau sedang berlari, mengejar angan-angan yang tanpa aku atau keinginan yang telah kutinggalkan Suatu waktu pernah kauutarakan, jika hanya denganku kau mampu melakukan Tetapi kekasih, kita sudah jadi perih begini Aku menenggelamkan diri di balik bayang-bayang yang diterbitkan cahaya sore dari ingatan tentang kebersamaan kita Aku memimpikanmu, mengadu rindu dan aku akan selalu kalah seringkali aku ingin kembali tapi arahku telah berputar dan tersesat tak lagi menujumu mata angin menolak kita ditakdirkanlah kutub yang kian berbeda Dari balik jendela kutahankan rindu, mengamati bayang-bayang yang meruang kenangan Tentangmu betapa singkat Namun di puncak kepala telanjur lekat Hingga pada malam, piluku kian kelam mencari-cari pengampunan dari keputusanku yang terburu Perlahan bayangan itu menjelma aku, merahasiakan debar-debar rindu

Seandainya...

Aku akan benar-benar melangkah pergi tidak lagi membawa apa-apa bahkan kecewa yang masih tertinggal di lantai terakhir pintu rumah atau bekas cercaan masing-masing kita yang dirangkum langit-langit dengan lampu gantung kian meredup seandainya nanti, jika kau memaksaku untuk tetap berdiri di hadapan takdir yang kautulis hanya dengan tinta milikmu sendiri Beberapa rindu kuusir kedatangannya dan mimpi-mimpi tentangmu kututup kuncup bunganya agar tiada lagi yang pernah kuharapkan dari sekadar pertemuan yang biasa Seandainya nanti , kau menginginkan pelukan dari lenganku yang tak digariskan untuk merengkuh tubuhmu Kulepas segala yang diberikan waktu padaku perkaramu sebab aku bukanlah kesempatan yang dengan mudah kausempat-sempatkan sebab aku bukan salah satu dari sekian nafsu yang tertahan di desir nadimu Seandainya nanti, perjumpaan mempermainkan perasaanku maka, tak kubiarkan kau mengambil alih kebahagiaan yang sebelum kau hadir telah kugenggam Seandainya nanti, kau benar tak peduli kuiz...