Ada yang bilang bahwa lebih baik mendengar kejujuran tapi menyakitkan dibanding kebohongan tapi membuat kita melayang. Mungkin tidak banyak yang mengerti bahwasannya tidak semua orang bisa menerima kejujuran yang kadang pahit untuk didengar. Tidak semua orang punya ketegaran hati yang tinggi dan dapat mendengar perkataan orang dengan dada lebar. Aku, misalnya. Ada kalanya aku memang membutuhkan kejujuran mereka ketika menilaiku sebagai seorang teman yang banyak kurang. Dalam beberapa kesempatan, aku masih bisa menerima dan menjadikannya sebagai pembelajaran. Tapi itu bukan berarti di setiap momen ketika kami berbincang, aku tak masalah mendengar perkataan pahit mereka yang kadang begitu menyinggung, sedang mereka mengalibikannya sebagai gurauan. Ada kalanya aku tersakiti dengan realita. Aku tidak mau mendengar apa-apa yang justru membuat keadaanku semakin kalut dengan perkataan mereka. Beberapa orang bilang aku terlalu perasa. Tapi mau bagaimana pun juga, aku memang begini adan...
Comments
Post a Comment