Angin
Angin berhembus lembut,
seakan dengan sengaja,
membawa jiwa,
terbang,
melayang,
entah kemana.
Saat itu pula,
aku,
Sang pemilik jiwa,
jiwa yang merindu,
terdiam membisu,
dan,
air mata,
jatuh,
ketika kau,
Sang penerima rindu,
—rinduku yang tak pernah sampai
justru memilih pergi,
seperti ditelan bumi,
kau,
lenyap.
—tapi tidak untuk rasa ini.
seakan dengan sengaja,
membawa jiwa,
terbang,
melayang,
entah kemana.
Saat itu pula,
aku,
Sang pemilik jiwa,
jiwa yang merindu,
terdiam membisu,
dan,
air mata,
jatuh,
ketika kau,
Sang penerima rindu,
—rinduku yang tak pernah sampai
justru memilih pergi,
seperti ditelan bumi,
kau,
lenyap.
—tapi tidak untuk rasa ini.
Comments
Post a Comment